10 Hal Yang Salah Saat "kencan" Bareng Motor Tercinta



10 Hal Yang Salah Saat

Saat "berkencan" dengan motor kesayangan, mulai dari merawat atau mengendarainya kadang ada beberapa pengguna motor yang salah memperlakukan pasangannya itu.

Bahkan tidak sedikit pengendara tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan hal fatal yang bisa merusak motor pastinya.

Namun kesalahan-kesalahan pengendara bisanya dibuat, akibat pengendara malas membaca buku petunjuk yang telah diberikan para merek kendaraan roda dua.

Dan berikut 10 kesalahan yang sering dilakukan para pengendara berdasarkan buku panduan Honda.

1. Tidak boncengan atau "ngebut" saat motor masih baru

Seharusnya, mengendarai motor baru boleh dibawa dengan kecepatan yang tinggi asal tidak berlebihan (misalkan jalan di atas 100 km per jam dengan berboncengan bertiga sambil menanjak di jalanan yang cukup curam).

Motor saat ini adalah adalah motor 4 tak yang dibuat dengan teknologi tinggi tidak seperti motor zaman dulu.

Motor 2 tak memang harus lebih hati-hati dalam masa inreyen ini karena sistem pelumasannya berbeda dengan motor 4 tak.

Jadi pendapat bahwa dalam masa ini kecepatan maksimum 40 km per jam sudah kuno dan tidak benar lagi. Jadi gunakan lah motor secara normal saja.

2. Memanaskan mesin pagi hari di tempat terlalu lama

Sikap ini juga merupakan sikap yang salah. Anda bisa memanaskan motor dalam waktu sebentar, cukup 1-2 menit saja.

3. Mengabaikan pemeriksaan sebelum jalan

Seharusnya setiap pagi sebelum berkendara, kita harus memeriksa oli, bensin, lampu sein, klakson, rem, dan ban.

Semuanya demi keamanan dan kebaikan bagi diri sendiri serta kondisi sepeda motornya.

4. Saat menstarter, gas dibuka terlalu besar

Hal ini sangat tidak perlu, dengan perilaku seperti ini bisa membuat mesin menjadi susah hidup karena campuran menjadi miskin (udara banyak bensin sedikit).

Padahal saat start dibutuhkan campuran yang kaya, jadi gas mesti ditutup.

5. Menekan tombol elektrik starter terus menerus

Setiap kali tombol starter ditekan hanya diperbolehkan paling lama 5 detik.

Bila mesin masih belum hidup, penekanan dihentikan dulu sekitar 5 detik, baru diulang kembali.

Karena starter membutuhkan listrik yang besar, sehingga beri kesempatan pada aki atau baterai untuk istirahat. Namun jika 3-4 kali motor belum hidup, gunakanlah kick starter agar kendaraan bisa hidup.

6. Tidak pernah pakai elektrik starter, karena takut aki cepat habis

Sikap salah ini jangan pernah ditiru, soalnya starter merupakan alat untuk menambah kenyamanan anda dalam berkendara. Namun jika starter tidak pernah digunakan ini bisa menyebabkan eletronik menjadi macet.

7. Pada tipe bebek, gas terbuka terlalu besar di gigi 1



Ini juga merupakan sikap yang salah, ini bisa menyebabkan kendaraan menyentak lompat kedepan.

Seharusnya pada waktu pedal gigi ditekan untuk masuk ke transmisi pertama, gas ditutup penuh baru dinaikan secara perlahan.

Untuk pemula memang perlu latihan, tetapi hal ini tidak sulit.

8. Kaki selalu menekan pada pedal rem

Hindari kebiasaan yang tidak baik ini. Pedal rem yang terus tertekan setengah akan mengakibatkan mesin menderita beban tambahandan kanvas rem jadi cepat habis, demikian juga dengan kopling yang tertekan sedikit.

Ini bisa mengakibatkan terjadinya "slip" diantara pelat kopling yang mengakibatkan motor tidak bertenaga, dan kopling menjadi aus.

9. Menekan kopling pada saat menikung dengan kecepatan tinggi

Yang perlu diperhatikan pada waktu menikung adalah penurunan kecepatan kendaraan sebelumnya. Yaitu dengan pengereman ataupun penurunan gigi.

Dan menekan kopling di saat menikung dan kecepatan tinggi dapat menimbulkan bahaya karena kendaraan akan menyelonong dan sulit dikendalikan.

10. Anti pakai cuk waktu starter

Ada anggapan memang kalau menstarter memakai cuk menandakan motor sudah tidak baik lagi setelannya. Anggapan ini kurang tepat.

Motor zaman sekarang banyak yang dirancang dengan campuran miskin (udara banyak bensin sedikit), hal ini sangat menguntungkan ditinjau daru pemakaian bahan bakar dan antipolusi udara.

Karenanya hanya pada waktu starter (khusunya waktu mesin dingin) sangat dibutuhkan campuran kaya atau bensin yang banyak dengan udara yang sedikit.

Oleh sebab itu cuk perlu dipakai. Yang penting cuk harus dimatikan kembali setelah mesin hidup dan pastikan tidak terbuka setengah, karena ini bisa menyebabkan bensin menjadi boros.

Follow On Twitter